She, Who Is Waiting

sonofoxymora:

DI POJOKAN sana, ia mengulas kenangan. Ini bukan waktunya yang pertama di sana. Bukan pula waktunya yang terakhir. Kemarin, kemarin dulu, dua hari yang lalu, atau mungkin besok, setiap harinya ia selalu kembali ke sini. Ia bertekad. Takdir, katanya akan bertekuk lutut pada kegigihan. Maka ia, gadis itu, menggantungkan harap dan percaya pada puncak tiang tertinggi buatan tangan manusia.

Ia menunggu.

Anonim yang menunggu.

Read More